fiskeu

eproposal

statistik

harga

Info Lelang & Pengadaan

 

   Strategi dan Kebijakan Dinas Perkebunan Kabupaten Berau

Sebagai dinas teknis yang memiliki tugas pokok dan fungsi pada sektor pertanian, Dinas Perkebunan Kabupaten Berau menjabarkan tujuan dan sasaran dengan cukup terarah pada kerangka pembangunan kabupaten namun tetap mengerucut pada pola subsektor perkebunan. Untuk merealisasikan tujuan dan sasaran dalam Rencana Strategi (Renstra) Dinas Perkebunan diperlukan strategi dan kebijakan yang secara teknis disesuaikan pada arah pembangunan daerah sehingga tetap berjalan sesuai koridor perencanaan pembangunan secara menyeluruh. Penyusunan strategi dan kebijakan pada Renstra Dinas Perkebunan akan melibatkan keseluruhan elemen kelembagaan Dinas Perkebunan maupun pelaku langsung subsektor perkebunan (masyarakat dan swasta). Oleh karena itu, dalam pelaksanaan program/kegiatan perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi sehingga mempermudah pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan di subsektor perkebunan dan pembangunan Kabupaten Berau pada umumnya.

Strategi adalah rangkaian cara atau langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif dalam rangka meningkatkan persentase keberhasilan pencapaian pembangunan daerah baik secara umum maupun sektoral. Strategi merupakan kesatuan rencana yang umum, luas, dan terintegrasi yang menghubungkan antara sumber daya, potensi, program kerja, dan permasalahan yang menghadang dalam rangka mewujudkan cita-cita pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Strategis harus bersifat incremental (terus meningkat) serta taktis terhadap ruang lingkup yang terbatas dan periode waktu dalam pencapaian tujuan. Sedangkan rumusan strategi merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana sasaran akan dicapai dengan tindak lanjut berupa penyusunan serangkaian kebijakan yang tepat.

Kebijakan merupakan suatu bentuk, hasil, produk, atau fungsi dari suatu kesepahaman melalui analisis panjang terkait rumusan, rincian, penjelasan, maupun penilaian atas suatu permasalahan pembangunan daerah yang dikelola sedemikian rupa sehingga menghasilkan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan program/kegiatan. Kebijakan yang akan diambil memberikan arah dalam menentukan bentuk konfigurasi program/kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan. Kebijakan dapat bersifat internal yang berarti kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program-program pembangunan maupun bersifat eksternal yang memiliki fokus kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong, dan memfasilitasi kegiatan masyarakat.

Dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran pembangunan subsektor perkebunan, Dinas Perkebunan Kabupaten  Berau menyusun strategi dalam mengaplikasikan setiap program/kegiatan pembangunan daerah khususnya subsektor perkebunan. Berikut strategi dan kebijakan Dinas Perkebunan dalam Renstra tahun 2016-2021:

  1. Strategi 1: Peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditi unggulan

Kabupaten Berau memiliki beberapa komoditi unggulan yang efektif sebagai lokomotif perkembangan perekonomian sekaligus “jalan” dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat terutama petani. Komoditas utama perkebunan di Kabupaten Berau antara lain kelapa sawit, kakao, karet, kelapa dalam, dan lada. Meskipun begitu, kajian-kajian untuk penambahan komoditas unggulan terus dilaksanakan karena peningkatan hasil produksi pertanian (perkebunan pada khususnya) akan diperhitungkan dalam peningkatan ekonomi berkelanjutan. Peningkatan pemasaran, daya saing, dan nilai tambah produk merupakan faktor utama yang penting untuk meningkatkan hasil perkebunan. Selain karena merupakan sumber daya alam yang terbaharukan, hasil produksi perkebunan dapat dijual secara “mentah” maupun dijual dengan nilai tambah (pengolahan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi). Nilai tambah komoditi unggulan akan meningkat jika diikuti dengan kualitas produksi yang meningkat.

Dalam merealisasikan strategi tersebut, Renstra Dinas Perkebunan mempunyai kebijakan sebagai berikut:

v  Penurunan tingkat gangguan usaha dan konflik perkebunan;

v  Penyediaan sarana dan prasarana perkebunan

v  Pencegahan serangan OPT yang lebih meluas

v  Peningkatan Pemasaran, Daya Saing dan Nilai Tambah Produk

v  Peningkatan pemasaran produk perkebunan

v  Pengembangan usaha perkebunan yang ramah lingkungan

 

  1. Strategi 2 : Penguatan kelembagaan, asosiasi petani/pekebun dan Sumber Daya Penyuluh

Di era gobalisasi hingga saat ini potret kelembagaan petani diakui masih belum seperti apa yang diharapkan. Salah satu penyebab kondisi demikian                 adalah kekurangpedulian terhadap pentingnya menemukan celah masuk (entry-point) kelembagaan, sehingga menimbulkan kebingungan dalam rekayasa kelembagaan yang sesuai dengan tujuan produksi perkebunan. Strategi penguatan kelembagaan petani/pekebun diharapkan dapat meningkatkan hasil perkebunan dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dalam merealisasikan strategi tersebut, Renstra Dinas Perkebunan mempunyai kebijakan sebagai berikut:

v  Peningkatan Kemampuan petani pekebun

v  Peningkatan Kemampuan sumber Daya Penyuluh;

 

  1. Strategi3: Penguatan kapasitas kelembagaan

Dalam kehidupan komunitas petani, posisi dan fungsi kelembagaan petani merupakan bagian pranata sosial yang memfasilitasi interaksi sosial atau social interplay dalam suatu komunitas. Kelembagaan pertanian juga memiliki titik strategis dalam menggerakkan sistem pertanian perkebunan. Untuk itu segala sumberdaya yang ada di pedesaan perlu diarahkan/diprioritaskan dalam rangka peningkatan profesionalisme dan posisi tawar petani (kelompok tani). Saat ini potret petani dan kelembagaan petani di Indonesia diakui masih belum sebagaimana yang diharapkan. Untuk itu pemerintah perlu mengambil upaya tepat agar kelembagaan pertanian dapat menjadi alat untuk menguatkan sektor pertanian.

Dalam merealisasikan strategi tersebut, Renstra Dinas Perkebunan mempunyai kebijakan sebagai berikut:

  • Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kelembagaan;
  • Peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur.

strategi

strategi

 

 

Pembaruan per 31 Januari 2017