fiskeu

eproposal

statistik

harga

Info Lelang & Pengadaan

LAKIP

 

 

investor-malaysia

BERAU. Komoditas kelapa sawit menjadi primadona. Areal tanamnya pun kian berkembang tiap tahun.


BERAU. Selain pertambangan, perkebunan merupakan salah satu sektor ekonomi yang primadona di Berau selama beberapa tahun ini. Hasilnya pun dapat dilihat dengan terus bertambahnya luas areal tanam. Kelapa sawit saja misalnya, sedikitnya 5 ribu hektare lahan perkebunana komoditas ini, bertambah tiap tahun.

 

Berdasakan data yang diperoleh dari Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, hingga akhir 2016 tercatat luas areal tanam sembilan komoditas, seperti karet, kelapa sawit, kakao, kelapa dalam, lada, kopi, nilam, pala dan kemiri mencapai 132.525 hektare. Dengan hasil produksi keseluruhan komoditas tersebut mencapai 1,2 juta ton.

 

Sekretaris Dinas Perkebunan Dahniar Ratnawati mengatakan, beberapa komoditas seperti karet, kelapa dalam, kelapa sawit dan lada menjadi yang paling unggul dan terus berkembang hingga kini.

 

Sayangnya tahun ini, peningkatan sektor perkebunan mendapat hambatan akibat defisit anggaran yang menimpa Pemerintah Kabupaten Berau. Sehingga perluasan areal perkebunan terutama milik masyarakat pun tak dapat ditingkatkan.

 

“Untuk meningkatkan produksi perkebunan rakyat tahun ini tidak ada bantuan yang diberikan, akibat difisit anggran. Tahun lalu kami membantu berupa benih. Namun kami tetap berupaya melakukan bimbingan kepada sektor perkebunan rakyat,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya oleh awak media ini, Kamis (26/1).

 

Meski tidak memiliki anggaran untuk menambah luas areal tanam pada perkebunan rakyat dengan membantu bibit, perusahaan ujarnya bisa ikut ambil bagian mengembangkan. Baik masyarakat atau perusahaan yang bergerak pada sektor perkebunan terangnya, bisa bersama-sama mengembangkan areal perkebunan demi meningkatkan jumlah produksi.

 

Bahkan salah satu investor asal Malaysia sedang melakukan penjajakan untuk berinvestasi di Berau pada komoditas kelapa sawit. Bahkan investor asal Negeri Jiran-sebutan Malaysia- teleh berkomunikasi dengan Disbun Berau. Dengan masuknya investasi di bidang perkebunan tersebut, diharapkan mampu menambah retribusi daerah. “Sektor perkebunan juga telah dilirik investor asing salah satunya negara Malaysia. Tentunya pendapatan asli daerah juga akan bertambah di Berau untuk pembangunan, serta akan meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat,”

 

Bimbingan dilakukan agar perluasan areal perkebunan, tidak merusak lingkungan. Seperti tidak membakar areal hutan untuk membuka lahan perkebunan baru.

 

Tidak hanya membuka lahan baru, Disbun Berau juga menekan agar perusahaan melakukan program penghijauan pada lahan yang telah tidak digunakan.

 

”Karena kami juga memantau perusahaan yang melangar prosedur yang berakibat pada dampak lingkungan,” jelasnya.

 

Perempuan paro baya ini menjelaskan, sudah ada perusahaan yang melanggar ketentuan prosedur penghijauan tersebut. Namun, Disbun Berau masih memberi toleransi agar pihak perusahaan bisa melakukannya tahun ini. ”Kami masih membuka komunikasi dahulu. Dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan,” tandasnya.

 

 

Sumber : http://berau.prokal.co/read/news/47751-investor-malaysia-lirik-berau.html