penghargaan

fiskeu

eproposal

statistik

harga

Info Lelang & Pengadaan

LAKIP

 

Suaran (01/09/2015), Dalam rangka peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di kalangan petani pekebun karet Kampung Suaran khususnya dalam penerapan teknologi yang tepat guna dalam berkebun karet, karena hal tersebut maka oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Berau menggelar pelatihan teknik budidaya karet bagi 25 petani pekebun karet di Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 3 hari yang terhitung dari tanggal 29 sampai dengan 31 Agustus 2015 bertempat di balai pertemuan Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung. Kegiatan pelatihan ini melibatkan 25 petani peserta pelatihan berasal dari petani pekebun karet Kampung Suaran dan 2 Instruktur/ pengajar berasal dari petugas teknis Dinas Perkebunan Kabupaten Berau. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, panitia pelaksana kegiatan pelatihan ini berasal dari Seksi Budidaya Tanaman Bidang Produksi Dinas Perkebunan Kabupaten Berau yang dikoordinir oleh Joko Suhartono selaku Kepala Seksi Budidaya Tanaman.

Pelatihan Teknik Budidaya Karet di Kampung Suaran merupakan pelatihan kelas pertama dari tiga kelas pelatihan teknik budidaya Karet yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 pada tiga kampung di Kabupaten Berau, kampung tersebut adalah: Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung, Kampung Pandan Sari Kecamatan Segah dan Kampung Merasa Kecamatan Kelay. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Kabupaten Berau yakni Supandi, S.Sos., M.Si selaku perwakilan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Berau yang berhalangan hadir pada acara tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwasannya karet merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan di Kabupaten Berau yang bisa menopang perekonomian rakyat Berau, adapun 4 komoditi unggulan perkebunan lainnya di Kabupaten Berau, seperti: Komoditi Kelapa dalam, Kelapa Sawit, Kakao dan Lada. dimana perkebunan komoditi karet yang masih dikembangkan di Kabupaten Berau mencapai 2800 Ha termasuk di dalamnya sekitar 30% untuk Tanaman Menghasilkan (TM) dan Tanaman Tua, serta 70% untuk Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Adapun klon-klon tanaman karet yang digunakan di kebun karet tersebut belum semuanya menggunakan klon-klon unggulan yang dianjurkan pemerintah.

Para instruktur dalam menyampaikan materi pelatihan lebih menitik beratkan pada seputar penerapan teknologi tepat guna anjuran pemerintah dalam Berbudidaya Komoditi Karet kepada petani pekebun karet Kampung Suaran, adapun penerapan teknologi yang dimaksud, meliputi: Teknik Perbanyakan Bahan Tanaman Karet dengan cara Okulasi Mata Tunas Karet, Teknik Pemupukan, Teknik Pemangkasan dan Teknik Sanitasi Kebun Karet. Dalam perbanyakan bahan tanaman karet dengan penerapan Teknik Okulasi Mata Tunas karet sangatlah perlu diperhatikan terhadap pemilihan klon-klon karet anjuran pemerintah sebagai mata enteres untuk bahan batang atas pada tanaman karet tersebut. Adapun klon-klon karet anjuran pemerintah tersebut berupa klon penghasil latek (getah) maupun klon karet penghasil kayu, klon-klon karet tersebut diantaranya adalah: IRR 5, IRR 32, IRR 39, IRR 42, IRR 104, IRR 112, IRR 118 dan PB 260. Dalam penerapan Teknik Pemupukan tanaman karet, instruktur menekankan kepada petani pekebun karet Kampung Suaran agar lebih memperhatikan istilah 6 Tepat dalam kegiatan pemupukan. Istilah 6 Tepat yang dimaksud meliputi: Tepat Dosis, Tepat Jenis, Tepat Waktu, Tepat Frekwensi, Tepat Letak dan Tepat Cara.

Liputan video silahkan klik gambar di bawah ini :

         

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter